Skip to main content

Hikayat Abu Nawas: Berbagi Hukuman

BERBAGI HUKUMAN

Pada suatu hari, Abu Nawas diminta untuk menghadap baginda raja di istana. Ia diundang untuk menghibur baginda yang sudah lama rindu akan tingkah polah Abu Nawas.
Setelah berbincang-bincang sambil bersenda gurau cukup lama. Tiba-tiba terlintas dibenak baginda untuk kembali menguji kecerdasan Abu Nawas lolos dari segala hukuman baginda.
Baginda kemudian berkata kepada Abu Nawas,
"Wahai Abu Nawas, besok datanglah kembali dan bawalah ibumu ke istanaku, nanti engkau akan aku beri hadiah 100 dinar !!" Kata baginda raja.
Abu Nawas sanga kaget sekali mendengar titah rajanya. Bagaimana tidak, baginda raja sudah sebenarnya tahu jika ibunya telah lama meninggal dunia, bahkan baginda ikut melayat ke rumahnya.
Namun, karena baginda menawarkan hadiah yang lumayan besar.ia akhirnya menyetujui perintah bagida tersebut meski harus berpikir keras nantinya.
Abu Nawas pun pamit meninggalkan istana. Sesampainya di rumah, Abu Nawas mulai sibuk mencari seorang wanita tua yang nantinya akan dijadikan sebagai ibunya untuk dibawa ke istana kehadapan baginda. Setelah lama mencari, akhirnya ia menemukan seorang yang sesuai kriteria.
Abu Nawas pun menjelaskan maksud dan tujuannya kepada perempuan tua itu.
Ia berjanji akan membagi dua hadiah yang akan diterimanya dengan adil. Tanpa pertimbangan lagi, perempuan itu langsung menyetujui permohonan Abu Nawas.
Pada keesokan harinya, pagi-pagi sekali Abu Nawas segera menuju istana sambil menggendong perempuan tua tersebut. Ia kemudian langsung menghadap baginda.
"Wahai Abu Nawas, diakah ibumu?" Tanya baginda.
"Benar Tuanku, inilah ibuku. beliau sudah tua dan kakinya lemah sehingga hamba harus menggendongnya ke istana." Tutur Abu Nawas.
"Benarkah engkau ibunya Abu Nawas?, Awas jika engkau berbohong, maka aku akan memberi hukuman untukmu." Jelas baginda kepada perempuan tua itu.
Mendengar ucapan baginda, perempuan tua itu ketakutan sekali, sehingga ia membuat pengakuan yang sebenarnya, bahwa semua itu adalah sandiwara Abu Nawas untuk mendapatkan hadiah dari raja.
Baginda raja tertawa lebar, beliau pun sangat gembira karena dapat menghukum Abu Nawas yang selama ini selalu lolos dari hukuman.Abu nawas akan diberi hukuman sebanyak 100 kali pukulan.
"Wahai Abu nawas, Karena engkau berjanji kepadaku akan membawa ibumu ke sini, aku pun berjanji akan memberimu hadiah seratus dinar, akan tetapi engkau tidak bisa memenuhi janjimu. Dari itu, engkau harus dihukum dengan100 kali pukulan." Kata baginda senang.
Dalam kondisi terdesak itu, Abu Nawas langsung memutar otaknya mencari jalan keluar dari masalah yang serang dihadapi.
Bukan Abu Nawas namanya jika ia tidak bisa memikirkan cara dari setiap permasaalahan yang meskipun sangat pelik. Sejenak kemudian, ia sudah menemukan ide briliant untuk melepaskan diri dari hukuman baginda.
"Ampun baginda, hamba sudah berjanji dengan perempuan tua itu akan membagi hadiah yang akan paduka berikan dengan sama rata. Karena sekarang hamba diberi 100 kali pukulan, biarlah hamba menerima 50 pukulan saja, sedangkan 50 pukulan lagi tolong diberikan kepada perempuan tua itu, agar hamba dapat menepati janji pada perempuan tua itu." Kilah Abu Nwas.
Mendengar penuturan Abu Nawas, Dalam hati baginda berguman,
"Jangankan dipukul 50 kali, berdiri saja perempuan rua ini sudah tidak sanggup."
Baginda pun merasa iba dan tidak tega terhadap perempuan itu. Akhirnya beliau memutuskan bahwa wanita ini tidak diberi hukuman melainkan akan diberi 50 dinar sebagai ganti pukulan. Abu Nawas pun langsung menyela baginda,
 "Ampun beribu ampun Paduka, jika ibu tua ini telah mendapat hadiah dinar sebagai ganti hukuman dari Paduka, tidak adil kiranya kalau hamba ini dilupakan begitu saja, karena kami berdua sudah sama-sama berjanji untuk membagi rata semua hadiah yang baginda berikan." Protes Abu Nawas.

Karena merasaperkataan Abu Nawas juga ada benarnya, bagindapun terpaksa memberi Abu Nawas hadiah sebesar 50 dinar dan tidak jadi dihukum.

Sumber : abu nawas kocak dan bijak (kaminggi apps)

Comments