Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2017

Jaga kambing

Jaga kambing Ada seorang pria hendak pergi ke kota untuk berlibur selama satu bulan, tapi bimbang karena tidak ada yang mengurus kambing peliharaannya. Kemudian ia pun menyewa seseorang untuk menjaga dan memberi makan minum kambingnya selama ia pergi. Setelah melakukan penawaran dan sepakat nilai pembayaran si pria pun berangkat. Orang sewaan bukannya memberi makan, ia malah sekedar membersihkan kandang saja kemudian pulang. Sebulan kemudian pria itu pulang dan terkejut melihat kambingnya. Kemudian si pria mencoba mengklarifikasi mengapa kambing tersebut semuanya kurus seperti tak pernah makan. Dengan enteng orang sewaan menjawab : "wajar saja karena ia rindu tuannya". Pria itu tak tahu harus jawab apa. (Mob epen cupen)

Ibu kandung

IBU SEJATI Kisah ini mirip dengan kejadian pada masa Nabi Sulaiman ketika masih muda. Entah sudah berapa hari kasus seorang anak bayi yang diakui oleh dua orang ibu yang sama-sama sangat ingin memiliki anak. Hakimpun rupanya mengalami kesulitan memutuskan dan menentukan perempuan yang menjadi ibu bayi itu sebenarnya. Kasus ini sudah berlarut-larut tanpa ada keputusan yang jelas, hakim akhirnya menghadap Baginda Raja untuk meminta bantuan. Baginda pun turun tangan. Baginda memakai taktik rayuan. Baginda berpendapat mungkin dengan cara-cara yang amat halus salah satu, wanita itu ada yang mau mengalah. Tetapi kebijaksanaan Baginda Raja Harun Al Rasyid justru membuat kedua perempuan makin mati-matian saling mengaku bahwa bayi itu adalah  anaknya. Baginda pun putus asa. Mengingat tak ada cara-cara lain lagi yang bisa diterapkan. Baginda pun berpikir mungkin perlu memanggil Abu Nawas meminta bantuannya. Abu Nawas hadir menggantikan hakim. Abu Nawas tidak menjatuhkan putusan pada hari ...

Mengenal Abu Nawas

Biografi Abu Nawas          Nama asli Abu Nawas adalah Abu Ali al-Hasan bin Hani al-Hakami. Dia dilahirkan pada 145 H (747 M ) di kota Ahvaz di negeri Persia (Iran sekarang), dengan darah dari ayah Arab dan ibu Persia mengalir di tubuhnya. Abu Nawas merupakan seorang pujangga Arab dan dianggap sebagai salah satu penyair terbesar sastra Arab klasik. Abu Nawas juga muncul beberapa kali dalam kisah Seribu Satu Malam. Ayahnya, Hani al-Hakam, merupakan anggota legiun militer Marwan II. Sementara ibunya bernama Jalban, wanita Persia yang bekerja sebagai pencuci kain wol. Sejak kecil ia sudah yatim. Sang ibu kemudian membawanya ke Bashrah, Irak. Di kota inilah Abu Nawas belajar berbagai ilmu pengetahuan. Masa mudanya penuh perilaku kontroversial yang membuat Abu Nawas tampil sebagai tokoh yang unik dalam khazanah sastra Arab Islam. Meski begitu, sajak-sajaknya juga sarat dengan nilai sprirtual, di samping cita rasa kemanusiaan dan keadilan. Abu Nawa...

Abu Nawas Melahirkan

Abu Nawas Hamil dan Melahirkan        Sultan Harun Al-Rasyid masygul berat, konon, penyebabnya sudah tujuh bulan Abu Nawas tidak menghadap ke Istana. Akibatnya, suasana Balairung jadi lengang, sunyi senyap. Sejak dilarang datang ke Istana, Abu Nawas memang benar-benar tidak pernah muncul di Istana. "Mungkin Abu Nawas marah kepadaku," pikir Sultan, maka diutuslah seorang punggawa ke rumah Abu Nawas. "Tolong sampaikan kepada Sultan, aku sakit hendak bersalin," jawab Abu Nawas kepada punggawa yang datang ke rumah Abu Nawas menyampaikan pesan Sultan. “Aku sedang menunggu dukun beranak untuk mengelurkan bayiku ini,” kata Abu Nawas lagi sambil mengelus-elus perutnya yang buncit. "Ajaib benar," kata Baginda dalam hati, setelah mendengar laporan punggawa setianya. "Baru hari ini aku mendengar kabar seorang lelaki bisa hamil dan sekarang hendak bersalin. Dulu mana ada lelaki melahirkan. Aneh, maka timbul keinginan Sultan untuk...

Membalas tipuan

Keesokan harinya ketika suasana rumah tangganya sudah tenang, Abu Nawas mulai memikirkan berbagai cara untuk mengembalikan kerugiannya. Abu Nawas menemukan sebuah cara mujarab untuk membalas tipuan komplotan pencuri yang telah berhasil membodohinya. Ia kemudian berangkat menuju hutan mencari sebatang pohon yang akan dijadikan sebagai tongkat penghasil uang. Setelah menemukan sebatang pohon untuk dijadikan tongkat. Ia kemudian kembali ke kota. Sesampai di kota ia singgah di sebuah warung, Abu Nawas kemudian mengacungkan tongkatnya kepada pemilik warung. Pemilik warung itu langsung menghidangkan makanan dan minuman yang diinginkan Abu Nawas. Ia juga mengunjungi ke toko yang lain, hal serupa juga terjadi. Ia hanya mengacungkan tongkatnya dan kemudian pemilik toko langsung memberikan barang yang diinginkan Abu Nawas tanpa harus membayar. Orang-orang yang menyaksikan merasa sangat heran dengan keajaiban tongkat Abu Nawas, ia bisa mendapatkan apa yang diinginkan tanpa harus membeli dan han...

Abu Nawas Tertipu

Suatu ketika keluarga Abu Nawas sedang dilanda himpitan ekonomi. Sudah lama Abu Nawas tidak mendapat pemasukan yang cukup untuk biaya hidup keluarganya. Abu Nawas memiliki seekor keledai kesayangan yang menjadi tunggangannya sehari-hari. Dengan persetujuan sang istri akhirnya Abu Nawas berniat menjual keledainya itu untuk biaya keluarganya. Pada esok harinya, Abu Nawas segera bergegas membawa keledainya ke pasar untuk dijual. Rencana Abu Nawas diketahui oleh sekelompok komplotan pencuri yang berjumlah empat orang  yang ingin memanfaatkan situasi untuk menipu Abu Nawas. Besoknya Abu Nawas segera bergegas menuju pasar untuk menjual keledainya. Ketika Abu Nawas sedang beristirahat di bawah sebatang pohon dalam perjalanan menuju pasar, tiba-tiba salah seorang anggota pencuri itu menghampiri Abu Nawas seraya berkata, “Kemana engkau akan membawa kambingmu itu wahai Abu Nawas?” Tanya pencuri itu kepada Abu Nawas. Abu Nawas merasa terkejut dan menjadi bingung dengan pertany...

Hikayat Abu Nawas: Berbagi Hukuman

BERBAGI HUKUMAN Pada suatu hari, Abu Nawas diminta untuk menghadap baginda raja di istana. Ia diundang untuk menghibur baginda yang sudah lama rindu akan tingkah polah Abu Nawas. Setelah berbincang-bincang sambil bersenda gurau cukup lama. Tiba-tiba terlintas dibenak baginda untuk kembali menguji kecerdasan Abu Nawas lolos dari segala hukuman baginda. Baginda kemudian berkata kepada Abu Nawas, "Wahai Abu Nawas, besok datanglah kembali dan bawalah ibumu ke istanaku, nanti engkau akan aku beri hadiah 100 dinar !!"   Kata baginda raja. Abu Nawas sanga kaget sekali mendengar titah rajanya. Bagaimana tidak, baginda raja sudah sebenarnya tahu jika ibunya telah lama meninggal dunia, bahkan baginda ikut melayat ke rumahnya. Namun, karena baginda menawarkan hadiah yang lumayan besar.ia akhirnya menyetujui perintah bagida tersebut meski harus berpikir keras nantinya. Abu Nawas pun pamit meninggalkan istana. Sesampainya di rumah, Abu Nawas mulai sibuk mencari seorang wa...