Skip to main content

Allah bersemayam

Dimanakah Allah Bersemayam

Suatu ketika sepulangnya dari ibadah haji, Baginda Harun Al Rasyid mengundang Abu Nawas yang sudah lama tidak berjumpa ke istana. Baginda memerintahkan beberapa prajuritnya untuk menjemput Abu Nawas untuk dihadapkan ke istana. Sesampai di istana, baginda langsung menyambut Abu Nawas dan mengajaknya ke pendapa untuk berbincang-bincang sambil minum teh. Dalam perbincangan itu, baginda mengajukan beberapa pertanyaan yang masih tergiang dikepalanya seputar ibadah haji yang baru saja ia tunaikan ia penasaran kenapa orang-orang berputar-putar mengelilingi Ka'bah Baitullah (Tawaf), Padahal orang yang menunaikan ibadah haji adalah tamu Allah. Jika sebagai tamu Allah kenapa tidak dipersilahkan masuk ke dalam Baitullah satu persatu pikir baginda.

Baginda pun mulai menngajukan pertanyaan pada Abu Nawas

"Wahai Abu Nawas, apakah arti Ka'bah Baitullah?"

"Ka'bah Rumah Allah, baginda yang mulia." Jawab Abu Nawas.

"Sebagai apakah orang yang menunaikan ibadah haji itu?" Tanya Baginda selanjutnya.

"Sebagai tamu Allah, baginda yang mulia" Jawab Abu Nawas.

"Kalau sebagai tamu Allah mengapa mereka tidak dipersilahkan masuk saja ke dalam Baitullah?" Tanya Baginda lagi.

"Baitullah hanyalah sebagai lambang, wahai baginda" kata Abu Nawas.

"Kalau begitu dimanakah Allah bersemayam?" Tanya baginda ingin tahu.

"Di dalam hati orang mukmin," Jawab Abu Nawas.

"Karena tidak ada suatu ruang yang bagaimanapun luasnya mampu menampung Dzat Allah kecuali hati orang mukmin. Qalbu Mukmin Baitullah (hati orang mukmin adalah rumah Allah)." Abu Nawas menjelaskan.

"Mengapa Baitullah dijadikan kiblat?" Tanya Baginda kembali.

"Untuk memudahkan pemahaman orang awam, Paduka yang mulia." Kata Abu Nawas.

"Baitullah itu terlihat mata.Dari itu shalat syariat kiblatnya adalah Baitullah, yang waktunya ditentukan dan dengan bacaan tertentu pula.

Sedangkan shalat tharikat kiblatnya hati, waktunya bisa setiap saat dan bacaannya dzikir kepada Allah" Abu Nawas menjelaskan.

Baginda Raja Harun pun puas dengan jawaban yang diberikan Abu Nawas. (Abu nawas kocak dan bijak: kaminggi apps)

Comments