Skip to main content

Kejatuhan Harta Allah

UPAH TANPA BEKERJA

Abu Nawas adalah orang yang sangat sederhana, meskipun ia dikenal dekat dengan Baginda Raja Harun Ar - Rasyd tetapi kehidupan keluarganya cukuplah sederhana tidak memiliki harta benda yang berlimpah. Ia selalu berbagi dengan fakir miskin disekitarnya jika ia mendapat rezeki lebih seperti mendapatkan hadiah dari baginda raja. Selain menjadi orang terdekat raja, sehari-harinya ia juga bekerja serabutan seperti banyak orang di kampungnya. Kadang ia berkebun, menebang pohon, menjadi tukang kayu dan pekerjaan-pekerjaan lainnya yang dianggap halal.

Suatu waktu pada musim kemarau, Abu Nawas sedang tidak mendapatkan pekerjaan apapun, ia juga jarang di undang baginda sehingga tidak mendapatkan hadiah, pemasukan Abu Nawas semakin menipis, ia hanya mengandalkan sisa dari tabungan untuk membiayai keluarganya sehari-hari. Kadang Abu Nawas mengisi kekosongan waktunya itu dengan beribadah saja karena tidak ada pekerjaan lain.

Suatu hari istri Abu Nawas meminta sesuatu kepada suaminya. Ia berkata,

"Wahai suamiku, kapan engkau berikan aku sebuah gaun indah. beberpa hari ini engkau hanya menghabiskan waktumu untuk berdoa saja." Ucap istri Abu Nawas.

"Tapi semuanya kulakukan dengan ikhlas hanya untuk mendapatkan ridha Allah SWT." Jawab Abu Nawas.

"Kalau begitu, mintalah upah kepada Allah SWT." Sahut istri Abu Nawas.

Spontan Abu Nawas beranjak menuju pekarangan rumahnya.

Dengan berbekal sehelai tikar dan alat peribadatan lain, Abu Nawas mulai bersujud untuk menyampaikan permohonannya kepada Allah SWT.

"Ya Allah, berilah hamba upah seratus keping perak!" Ujar Abu Nawas dengan suara lantang dan dilakukannya berulang-ulang.

Rupanya suara Abu Nawas terdengar oleh seorang tetangganya yang kaya dan sedang beristirahat di depan rumah.

Mendengar permohonan Abu Nawas, tetangga itu pun berniat untuk mengerjai Abu Nawas. Ia langsung melempar sekantung uang perak seratus keping ke arah Abu Nawas.

Abu Nawas pun dibuat kaget kaget tidak percaya apa yang telah ia dapatkan, ia pun langsung mengambil uang tersebut dan  langsung berlari menemui istrinya didalam rumah.

"Istriku, aku memang wali Allah dan aku baru saja mendapatkan upah dari Allah SWT !!" Kata Abu Nawas dengan girang.

Melihat Abu Nawas sudah membawa lari uangnya, si tetangga pun tidak terima dan langsung menemui Abu Nawas untuk meminta uangnya kembali.

"Hai Abu Nawas, kembalikan uang yang baru saja aku lemparkan tadi. Itu milikku!" Kata tetangga itu.

"Bagaimana mungkin uang itu milikmu. Aku memohon kepada Tuhan dan uang yang jatuh itu pasti jawaban dari Tuhan !!" Jawab Abu Nawas.

Karena Abu Nawas tetap bersikeras tidak mau mengembalikanuang tersebut, tetangga usil itu pun memutuskan menyelesaikan permasalahan itu di pengadilan.

Sehari setelah itu Abu Nawas pun dipanggil ke pengadilan. Hakim mulai bertanya,

"Hai Abu Nawas, engkau disini berhadir disini karena suatu perkara, engkau telah disangka mengambil kepunyaan tuan ini." Kata hakim sambil menunjuk ke arah tetangga Abu Nawas.

"Apa pembelaanmu wahai Abu Nawas?" Tambah Hakim.

"Tetangga saya ini gila Tuan Hakim. Ia pikir semua yang ada di dunia ini adalah miliknya. Coba tanyakan saja, misalnya jubah saya, kuledai saya, tentu semua diakui sebagai miliknya." Jawab Abu Nawas.

"Tapi itu memang milikku!" Teriak tetangganya yang kaget akan pernyataan Abu Nawas tersebut.

Abu Nawas kemudian menceritakan seluruh kronologi kejadiannya. Hakim akhirnya memutuskan jika Abu Nawas tidak bersalah dan uang itu adalah sah milik Abu Nawas karena ia sudah memohon kepada tuhan dan uang itu jatuh sendiri kepadanya. (Abu nawas kocak dan bijak: kaminggi apps)

Comments