Di kota mana aku lahir, pernah hidup seorang wanita dan putrinya, yang mempunyai kebiasaan berjalan dalam tidurnya.
Suatu malam, ketika kesunyian menyelimuti bumi, wanita dan putrinya itu berjalan dalam keadaan tertidur, dan mereka bertemu di kebun yang tertutup kabut.
Si ibu berkata dan mengigau, “Inilah! Inilah dia musuhku! Engkau yang telah menghancurkan masa mudaku! Engkau yang telah menghancurkan masa mudaku—dan engkau yang membangun hidupmu di atas puing-puing kehidupanku! Seandainya aku dapat membunuhmu!”
Dan putirnya pun menjawab dalam igauan, “Kau wanita terkutuk, tua dan licik! Engkau yang telah memisahkan diriku dari kebebasanku! Engkau pula yang menjadikan hidupku tiruan hidupmu yang gagal! Seandainya engkau mati sekarang!”
Dan tepat saat itu, seekor ayam jantan berkokok, dan kedua wanita itu terbangun. Si ibu berkata dengan lembut, “Apakah itu engkau anak manisku?”
Dan si anak menjawab, “Betul, ibuku sayang.”
(Buku : Renungan tentang Sang Khalik (2005); Terjemahan; A Treasury of Wisdom: A Collection of the Works of Kahlil Gibran.)
Comments
Post a Comment