Skip to main content

Tanggung Jawab Petugas Pajak

PETUGAS PAJAK

Pada suatu waktu, kerajaan Raja Harun Al Rasyd mengalami krisis ekonomi yang buruk, salah satu andalan pemasukan kerajaan yang berasal dari pajak tidak mampu mencapai target yang telah ditetapkan oleh kerajaan.

Akibatnya banyak fasilitas umum dan bangunan-bangunan di kerajaan rusak karena tidak ada biaya untuk memperbaikinya.

Baginda raja pun menjadi geram dengan kondisi kerajaan saat itu, padahal kerajaan telah beberapa kali memperluas wilayahnya karena berhasil memenangkan perang.

bagaimana tidak, kerajaan telah beberapa kali memenangkan peperangan dan memiliki wilayah makin luas akan tetapi krisis malah muncul dari pajak.

Karena kondisi ekonomi kerajaan yang sudah semakin krisis, Baginda raja pun mengadakan pertemuan besar dengan seluruh menteri dan pembantu-pembantu kerajaan. Dari pembantu kerajaan tersebut Abu Nawas termasuk salah satunya, ia baru dua bulan ditunjuk menjadi petugas pajak untuk membantu petugas lainnya.

Seluruh menteri dan para pembantu kerajaan sudah hadir dan berkumpul di pendapa istana dengan membawa berbagai kertas laporan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Kertas-kertas laporantersebut sangatlah banyak hingga ada yang berserak-serakan dilantai.

Baginda raja memasuki ruangan dan mulai berkata,

"Bagaimana mungkin banyak infratruktur di kerajaan ku ini rusak tanpa perawatan, kenapa hasil pertanian bisa sangat menurun, padahal tanah di kerajaan ini cukup subur untuk bercocok tanam, Apa yang kalian lakukan selama ini untuk membantu kerajaan !!" Bentak sang raja geram.

Semua yang hadir hanya bisa terdiam, tidak bisa menjawab apa-apa selain menyerahkan tumpukan-tumpukan kertas laporan pekerjaan mereka masing-masing.

Baginda yang sedang naik pitam akhirnya merobek-robek dan melempar kertas-kertas laporan tersebut, bahkan beberapa dari pembantu kerajaan tersebut disuruh memakan kertas laporannya.

Abu Nawas yang juga merupakan salah satu pembantu kerajaan yang juga hadir disana hanya diam tidak bisa berbuat apa-apa karena baginda terus marah-marah. Dalam keadaan tertekan itu, Abu Nawas terus memikirkan cara bagaimana jika nantinya baginda bertanya tentang laporannya.

kini tibalah giliran Abu Nawas utntuk mempertanggung jawabkan hasil kerjanya. Ia pun langsung berjalan menghadap baginda dengan membawa sepotong roti. Semua yang hadir merasa heran dengan sikap Abu Nawas, bagaimana bisa disaat kondisi sangat tertekan seperti sekarang, Abu Nawas malah membawa sepotong roti kehadapan baginda. Baginda pu langsung berkata,

"Wahai Abu Nawas, Apakah dirimu akan menyuapku dengan roti itu ?" Bentak baginda.

"Bukan begitu paduka raja yang mulia, laporan pekerjaan hamba semuanya tercatat pada roti ini!" Jawab Abu Nawas dengan santai.

"Apa maksudmu, Apa engkau mau mempermainkan ku disaat seperti ini? atau kau mencoba berpura-pura gila lagi dihadapanku?" Bentak Baginda semakin geram.

"Paduka yang mulia, usiaku sudah cukup lanjut, aku tidak akan kuat memakan kertas-kertas laporan yang nantinya baginda sobek dan menyuruhku untuk memakannya. Jadi hamba memindahkan semua laporan itu pada sepotong roti ini !!" Jawab Abu Nawas.

Pesan Abu Nawas tersebut sangat halus tetapi sangat menusuk, baginda pun tersadar jika ia harus lebih bijaksana memimpin kerajaan, juga bijaksana bersikap terhadap bawahan. Semua orang pun diminta untuk pergi, dan pertemuan dilanjutkan esok harinya dengan kepala dingin dan tanpa tekanan, dengan itu punca masalah pun lebih mudah ditemukan begitu juga penyelesaianya. (Abu nawas kocak dan bijak: kaminggi apps)

Comments